DAFTAR KELOMPOK :

METO ASMO S (SK.109.112)
NUGROHO B.Y (SK.109.126)
NUR FATONI
NURA IKA F (SK.109.140)
MIFTAKHUL JANNAH (SK.109.113)
ROSI LIANITA
NURUL HARIANI S (SK.109.141)
RANI NOVILIANA

Minggu, 27 November 2011

KONSEP DASAR MANAJEMEN

1.    Pengertian manajemen
·      Manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui kerja sama dengan orang lain ( Hersey dan Blanchard ).
·      Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain. ( G.R. Terry )
·      Manajemen adalah suatu proses merancang, memelihara suatu lingkungan dimana orang – orang yang bekerja sama di dalam suatu kelompok dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan seefisien mungkin ( H. Weihrich dan H. Koontz ).
·      Manajemen adalah pelaksanaan pekerjaan bersama orang lain ( Harold Konte dan Cyril O’Donnel ).
·         Manajemen adalah proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain. Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
·         Sedangkan manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan masyarakat. (Gillies, 1989).
·         Kita ketahui disini bahwa manajemen keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber – sumber yang ada, baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyrakat.





Pengertian manajemen keperawatan
Manajemen keperawatan secara singkat diartikan sebagai proses pelaksanaan pelayana keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan, dan rasa aman kepada pasien atau keluarga serta masyarakat ( Gillies, 1985 ).
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional untuk merencanakan, mengatur, dan menggerakkan karyawan dalam memberikan pelayanan keperawatan sebaik – baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan.
Manajemen keperawatan semula ditekankan pada sentralisasi kewenangan dan tanggung jawab, kini menjadi desentralisasi melalui pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dengan memfokuskan kegiatan koordinasi, integrasi, dan kegiatan penunjang.
Selain itu, telah terjadi perubahan mendasar pada manajemen keperawatan dan pengguna sumber daya yang represif menuju ke pendayagunaan sumber daya yang bersifat pro aktif, lebih ditekankan pada terjaminnya aktivitas kolaborasi dan keterbukaan dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan. ( Agus Kuntoro, 2010 )

Fungsi – Fungsi Manajemen
Secara ringkas fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
a.       Perenacanaan (planning), perncanaan merupakan :
1.      Gambaran apa yang akan dicapai
2.      Persiapan pencapaian tujuan
3.      Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
4.      Persiapan tindakan – tindakan
5.      Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak saja
6.      Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan
b.      Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
c.       Penggerak (actuating), menggerakkan orang – orang agar mau / suka bekerja. Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval.
d.      Pengendalian / pengawasan (controling), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.
e.       Penilaian (evaluasi), merupakan proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah selesai kegiatan, sebelum, sebagai korektif dan pengobatan ditujukan pada fungsi organik administrasi dan manajemen.
Adapun unsur yang dikelola sebagai sumber manajemen adalah man, money, material, methode, machine, minute dan market.
Prinsip – Prinsip Manajemen
Prinsip – prinsip manajemen menurut Fayol adalah
a.       Division of work (pembagian pekerjaan)
b.      Authority dan responsibility (kewenangan dan tanggung jawab)
c.       Dicipline (disiplin)
d.      Unity of command (kesatuan komando)
e.       Unity of direction (kesatuan arah)
f.       Sub ordination of individual to generate interest (kepentingan individu tunduk pada kepentingan umum)
g.      Renumeration of personal (penghasilan pegawai)
h.      Centralization (sentralisasi)
i.        Scalar of hierarchy (jenjang hirarki)
j.        Order (ketertiban)
k.      Stability of tenure of personal (stabilitas jabatan pegawai)
l.        Equity (keadilan)
m.    Inisiative (prakarsa)
Esprit de Corps (kesetiakawanan korps)

Proses Manajemen Keperawatan
Proses manajemen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem terbuka dimana masing – masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karena merupakan suatu sistem maka akan terdiri dari lima elemen yaitu input, proses, output, kontrol dan mekanisme umpan balik.
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi. Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat.
Prinsip-Prinsip yang Mendasari Manajemen Keperawatan
Prinsip – prinsip yang mendasari manajemen keperawatan adalah :
a.       Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
b.      Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.


c.       Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan di berbergai tingkat manajerial.
d.      Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
e.       Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
f.       Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
g.      Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
h.      Manajemen keperawatan menggunakan komunikasin yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
i.        Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat – perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi atau upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
j.        Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan.
Berdasarkan prinsip – prinsip diatas maka para manajer dan administrator seyogyanya bekerja bersama – sama dalam perenacanaan dan pengorganisasian serta fungsi – fungsi manajemen lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


Lingkup Manajemen Keperawatan
Mempertahankan kesehatan telah menjadi sebuah industri besar yang melibatkan berbagai aspek upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kemudian menjadi hak yang paling mendasar bagi semua orang dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai akan membutuhkan upaya perbaikan menyeluruh sistem yang ada. Pelayanan kesehatan yang memadai ditentukan sebagian besar oleh gambaran pelayanan keperawatan yang terdapat didalamnya.
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan yang efektif seyogyanya memahami hal ini dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana. Kegiatan perawat pelaksana meliputi:
a.       Menetapkan penggunakan proses keperawatan
b.      Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa
c.       Menerima akuntabilitas kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
d.      Menerima akuntabilitas untuk hasil – hasil keperawatan
e.       Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini senantiasa di inisiasi oleh para manajer keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan melibatkan para perawat pelaksana. Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
a.       Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1.      Manajemen puncak
2.      Manajemen menengah
3.      Manajemen bawah
b.      Tidak setiap orang memiliki kedudukan dalam manajemen berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh orang – orang tersebut agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
1.      Kemampuan menerapkan pengetahuan
2.      Ketrampilan kepemimpinan
3.      Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
4.      Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
b.      Manajemen asuhan keperawatan
Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.
Persyaratan Ruangan Menjalankan MPKP
Syarat-syarat Ruangan menjalankan MPKP adalah sebagai berikut:
1.      Memiliki fasilitas perawatan yang memadai.
2.      Memiliki jumlah perawat minimal sejumlah tempat tidur yang ada.
3.      Memiliki perawat pendidikan yang telah terspesialisasi
4.      Seluruh perawat telah memiliki kompetensi dalam perawatan primer.

2.      Komponen manajemen keperawatan
Manajemen keperawatan terdiri atas beberapa komponen yang saling berinteraksi. Pada umumnya suatu sistem dicirikan oleh 5 elemen, yaitu input, proses, output, control dan mekanisme umpan balik.
Input dalam proses manajemen keperawatan antara lain berupa informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses pada umumnya merupakan kelompok manajer dan tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai keperawatan pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.
Elemen lain dalam pendekatan sistem adalah output atau keluaran yang umumnya dilihat dan hasil atau kualitas pemberian asuhan keperawatan dan pengembangan staf, serta kegiatan penelitian untuk menindaklanjuti hasil atau keluaran. Control dalam proses manajemen keperawatan dapat dilakukan melalui penyusunan anggaran yang proporsional, evaluasi  penampilan kerja perawat, pembuatan prosedur yang sesuai standar dan akreditasi. Selain itu, mekanisme umpan balik diperlukan untuk menyelaraskan hasil dan perbaikan kegiatan yang akan datang. Mekanisme umpan balik dapat dilakukan melalui laporan keuangan, audit keperawatan, dan survey kendali mutu, serta penampilan kerja perawat.
Proses manajemen keperawatan dalam aplikasi di lapangan berada sejajar dengan proses keperawatan sehingga keberadaan manajemen keperawatan dimaksudkan untuk mempermudah pelaksanaan proses keperawatan. Proses manajemen, sebagaimana juga proses keperawatan, terdiri atas kegiatan pengumpulan data, identifikasi masalah, pembuatan rencana, pelaksanaan kegiatan, dan kegiatan penilaian hasil. ( Gillies, 1985 ).























Input :
-  Informasi
-  Personel
-  Peralatan
-  Fasilitas
Proses  :
-  Perencanaan
-  Pengorganisasian
-  Pengarahan
-  Pengawasan

Output :
-  Hasil / kualitas pemberi asuhan keperawatan dan pengembangan staf
-  Penelitian untuk menindaklanjuti hasil
Control :
-  Penyusunan anggaran yang proporsional
-  Evaluasi penampilan kerja perawat
-  Pembuatan prosedur sesuai standar
Mekanisme umpan balik :
-  Laporan keuangan
-  Audit keperawatan
-  Survey kendali mutu
-  Penampilan kerja perawat
 
























Komponen manajemen keperawatan






3.      Kerangka konsep dasar manajemen keperawatan
Kerangka dasar maanjemen keperawatan adalah manajemen partisipatif yang berlandaskan pada paradigma keperawatan yang terdiri atas manusia, perawat atau keperawatan, kesehatan dan lingkungan.
Manusia, dalam manajemen partisipatif adalah individu, keluarga atau masyarakat yang diberikan pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan tugas keperawatan yang terorganisasi, terarah, terkoordinasi dan terintegrasi dalam rentang kendali yang ditetapkan.
Perawat atau keperawatan adalah tenaga keperawatan baik tingkat manajerial puncak, menengah, maupun bawah, dan para pelaksana keperawatan yang berada dalam rentang komunikasi untuk bekerja sama memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar keperawatan.
Aspek kesehatan merupakan kisaran hasil keperawatan yang berorientasi pada beberapa dimensi pelayanan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat melalui upaya mencegah, mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan. Aspek lingkungan merupakan area kewenangan dan tanggung jawab keperawatan baik selama pasien berada dalam institusi pelayanan maupun persiapan menjelang pulang.

4.    Prinsip dasar manajemen keperawatan
Manajemen keperawatan dapat dilaksanakan secara benar. Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa prinsip dasar berikut :
a.       Manajemen keperawatan berlandaskan perencanaan
Perencanaan merupakan hal yang utama dalam serangkaian fungsi dan aktivitas manajemen. Tahap perencanaan dan proses manajemen tidak hanya terdiri dari penentuan kebutuhan keperawatan pada berbagai kondisi klien, tetapi juga terdiri atas pembuatan tujuan, mengalokasikan anggaran, identifikasi kebutuhan pegawai, dan penetapan struktur organisasi yang diinginkan. Perencanaan merupakan pemikiran atau konsep – konsep tindakan yang umumnya tertulis dan merupakan fungsi penting di dalam mengurangi resiko dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan efek – efek dan perubahan. Selama proses perencanaan, yang dapat dilakukan oleh pimpinan keperawatan adalah menganalisis dan mengkaji sistem, mengatur strategi organisasi dan menentukan tujuan jangka panjang dan pendek, mengkaji sumber daya organisasi, mengidentifikasi kemampuan yang ada, dan aktivitas spesifik serta prioritasnya. Perencanaan dalam manajemen mendorong seorang pemimpin keperawatan untuk menganalisis aktivitas dan struktur yang dibutuhkan dalam organisasinya.
b.      Manajemen keperawatan dilaksanaan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan menghargai waktu akan mampu menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan. Keberhasilan seorang pemimpin keperawatan bergantung pada penggunaan waktu yang efektif. Dalam keperawatan, manajemen sangat dipengaruhi oleh kemampuan pimpinan keperawatan. Dalam kontek ini, seorang pimpinan harus mampu memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif. Hal demikian dibutuhkan untuk dapat mencapai produktifitas yang tinggi dalam tatanan organisasinya.
c.       Manajemen keperawatan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi dan permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan akan berpengaruh terhadap proses atau jalannya aktivitas yang akan dilakukan. Proses pengambilan keputusan akan sangat mempengaruhi oleh kemampuan komunikasi dan para manajer.    
d.      Manajemen keperawatan harus terorganisasi. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi mencapai tujuan. Terdapat 4 buah struktur organisasi, yaitu unit, departemen, top atau tingkat eksekutif dan tingkat operasional. Prinsip pengorganisasian mencakup hal – hal pembagian tugas ( the devision of work ), koordinasi, kesatuan komando, hubungan staf dan lini, tanggung jawab dan kewengan yang sesuai adanya rentang pengawasan. Dalam keperawatan, pengorganisasian dapat dilaksanakan dengan cara fungsional dan penugasan, alokasi pasien perawatan grup/ tim keperawatan, dan pelayanan keperawatan utama ( Gillies, 1985 ).
e.       Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif. Komunikasi merupakan bagian penting dan efektivitas menejemen. Komunikasi yang dapat dilakukan secara efektif mampu mengurangi kesalahpahaman, dan akan memberikan perasaan, pandangan arah dan pengertian diantara pegawai dalam suatu tatanan organisasi.
f.       Pengendalian merupakan elemen menegemen keperawatan. Pengendalian dalam menegemen dilakukan untuk mengarahkan kegiatan menegemen susuai dengan dengan yang direncanakan. Selain itu , pengendalian dilaksanakan pada kegiatan yang dilakukan tidak banyak terjadi kesalahan yang berakibat negative terhadap klien dan pihak yang terkait dengan manageman. Pengendalian meliputi penilaian tentang pelaksanaan trencana yang telah dibuat, pemberian instruksi, menetapkan prinsip-prinsip melalui penetapan standar, dan membandingkan penampilan dengan standar serta memperbaiki kekurangan. ( Agus Kuntoro, 2010 ) 


























Daftar pustaka



Brown, Montague. 1997. Manajemen Perawatan Kesehatan. Jakarta : EGC
Kuntoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Nuha Medika
Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
Suarli dan Bahtiar, Yanyan. 2002. Manajemen Keperawatan. Jakarta : Erlangga

37 komentar:

  1. terimakasih teman-teman kel 2 yang sudah memaparkan materi ini, semoga ini dapat mempermudah bagi mahasiswa lain yang membutuhkan materi ini,, materinya sudah bagus tetapi saya cuma bisa memberikan saran tolong untuk diberi skemanya dan materinya bisa lebih dilengkapi lagi.by nanang sigit M. from kel 4.

    BalasHapus
  2. assalamualaikum.wr wb
    Pada dasarnya pembuatan makalah tentang konsep manajemen sudah bagus,tapi sedikit saran dari saya,tolong di tambahi konsep dari manajemen itu,seperti proses manajemen,fungsi manajemen,baru mengarah ke manajemen keperawatan,sebelum kita tau manajemen keperawatan,alangkah baiknya kita tau dulu tentang manajemen itu apa dan prosesnya karna yang tertera di atas hanya definisi manajemen.
    Trimakasih

    From: (Nur Haifah_kelompok 3,kelas c )

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. assalamualaikum.wr.wb...
    temen-temen..saya mau tanya, apakah ada perbedaan dalam menerapkan manajemen di rumah sakit, puskesmas,klinik ataupun balai kesehatan lainnya???
    kalau ada mohon penjelasannya...
    maturnuwunnn..


    By: Nur Sari Anisa_kelompok1

    BalasHapus
  5. assalamualaikum kelompok 2
    saya mau tanya kendala-kendala apa saja sich yang di hadapi saat melakukan manajemen keperawatan yang baik. wassalamualaikum....
    by nur renna rahmawati

    BalasHapus
  6. Nining(kel 6):
    saya masih bingung membedakan management yang sudah dilakukan dengan baik dengan yang belum dilakukan dengan baik.tlong minta penjelasany donk,managemen yang baik itu dapat dilihat dari aspek apa saja.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  7. @nur sari anisa

    wa'alaikumsalam wr.wb
    sebelumnya kami ucapkan terimaksaih atas pertanyaan yang saudara berikan kepada kami (kelompok 2 ceria) pertanyaan yang amazing bagi kami,,,,,

    jawabannya tentu ada perbedaan dalam menerapkan manajemen keperawatan dirumah sakit, puskesmas, klinik ataupun balai kesehatan lainnya.
    dirumah sakit, penerapan manajemen keperawatan berpusat kepada pelayanan pasien ketika membutuhkan pelayanan rawat inap yang struktur organisasinya terdiri dari kepala ruang, kepala tim, dan perawat pelaksana, sedangkan dipuskesmas atau balai kesehatan lainnya hanya ada kepala tim dan perawat pelaksana.

    sementara ini yang bisa kami jelaskan, apabila ada kekurangan, akan diskusikan kembali dengan kelompok 2 ceria terimakasih,,,,,, :)


    by: Nura ika fahimah_kelompok 2 ceria

    BalasHapus
  8. assalmkm...
    saya akn bertanya mengenai perbedaan dalam penerapan keperwatan...
    biasanya perbedaan dalam halapa saja dan meliputi apa yg sering muncul dalam manajemen keperawatan di rumah sakit, klinik,dan puskesmas ???

    trimakasih

    by.ratih w
    klompok 3

    BalasHapus
  9. askum,,,,
    saya renna dari kelompok 6

    begini menurut kalian manajemen keperawatan yg baik itu seperti apa y???
    maturnuwun,,,,,,,

    BalasHapus
  10. hay gerrr n boy ...
    permisi nhe, saya purwanto biasa dipanggil purwanto ajah.
    mau tanya sedikit j nhe.

    kenapa sih, manajemen keperawatan sangat berpengaruh banget sama proses keperawatan.. sama apa sih kendala yang sangat berpengaruh sekali dalam melakukan manajemen keperawatan dari aspek-aspek sosial, individu, usia, budaya, kultural maupun spiritual,,, heee.... thx before. i love all jahhh .. mmuah.

    BalasHapus
  11. asslmkum....
    tolong yaa jelaskan secara singkat , padat dan jelas mengenai prinsip2 yang ada dalan menejemen keperawatan


    by nanda wahyu
    klompok 4

    BalasHapus
  12. Aslmkm,tlg jelaskan tentang struktur orgnisasi maksh,wasalm,
    nur khayati klp 4

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. mbak nur khayati

    maaf mbk, yang mbak tanyakan itu sturuktur organisasi yang apa? yang model fungsional atau yang model tim? tolong di perjelas ya mbak terimakasih?

    ..rosie (sk.109.163)

    BalasHapus
  15. permisiii ,,,,
    numpang lewat,,,,,,
    ahihihi,,,,,

    saya mau tanya nih,,,,
    ruang lingkup manajemen keperawatan itu mencakup apa saja,,dan dilihat dari segimanaya jika suatu manajemen keperawatn dikatakan gagal...

    terimakasih
    ratna yulia sari
    sk.109.155

    BalasHapus
  16. askum,,,
    saya nurul hidayati (sk.109.164)

    begini,,,manajemen keperawatan pasti butuh pemimpin dan tips-tips utk menjadi seorang pemimpin yg yg sukses dalam memimpin manajemen keperawatan itu yg bagaimana kah??

    dan adakah cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada seseorang???terimakasih

    BalasHapus
  17. by,nur khofifah sk.109.133

    sy akan menambahkan dan bertanya

    tambahan:tlg definisi manajemen ditambakan tahun dalam sumbernya.
    pertanyaan:bagaimana cara kita menyelesaiakan masalah dalam menkep.apabila komponen pengendalian tidak berjalan dg baik. trimakasih....

    BalasHapus
  18. terimakasih atas masuknnya dri tmen2 semoga kelompok 2 menjadi lebih baik.

    kendala-kendala apa saja sich yang di hadapi saat melakukan manajemen keperawatan yang baik?

    contohnya dalam rumasakit atau puskesmas biasanya terjadi konflik atau perbedaan pendapat antara pemimpin dan stafnya dalam mengadakan organisasi .
    yang kedua kendala dalam pembangunan sarana puskesmas atau rumahsakit.

    sementara hanya ini yang bisa saya jelaskan, apabila ada kekurangan atau kesalahan akan kami diskusikan kembali pada kelompok 2. terimakasih

    __ mifthakhul jannah.

    BalasHapus
  19. by nur khofifah
    sk.109.133

    saya akan mncoba mnjawab pertanyaan nurul hidayati .ttg bagaimana seorang pemimpin yg baik
    Sifat – sifat pemimpin yang diharapkan dari pendekatan ini antara lain :
    a.Selalu antusias
    b.Mengenal dirinya sendiri
    c.Waspada
    d.Mempunyai rasa percaya diri yang kuat
    e.Merasa bertanggung jawab
    f.Mempunyai rasa humor
    2.Berdasarkan perilaku
    Intisari dari pendekatan kepemimpinan berdasarkan perilaku seperti di bawah ini :
    a.Teori ini menjelaskan perilaku pemimpin yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif.
    b.Pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang menggunakan cara – cara yang dapat mewujudkan sasarannya. Misalnya, dengan mendelegasikan tugas, mengadakan komunikasi yang efektif, motivasi bawahannya, dan melaksanakan control.
    3.Berdasarkan situasi
    Pendekatan ini membahas hubungan antara pemimpin dan situasi. Terdapat 3 variabel situasional yang dapat membantu gaya kepemimpinan yang efektif, yaitu :
    a.Hubungan atasan dengan bawahan
    b.Struktur tugas yang harus dikerjakan
    c.Posisi kewenangan seseorang
    Pendekatan berdasarkan situasi dapat dimanifestasikan sebagai berikut :
    a.Dapat memberi perintah yang akan dilaksanakan
    b.Menggunakan saluran yang sudah ditetapkan
    c.Menaati peraturan
    d.Disiplin
    e.Mendengarkan informasi dari bawahan
    f.Tanggap terhadap situasi
    g.Membantu bawahan

    BalasHapus
  20. by nur khafidah
    sk.109.131

    saya mau tanya materinya kok belum lengkap.untuk komponen ,kerangka,dan prinsip dsarr menkep tlong jelaskan...?

    terimakasih

    BalasHapus
  21. maaf ya mbak khafida. apa mbak gak baca komenan kita seluruhnya...
    di atas udah ada dan di jelaskan sama saya sendiri tentang prinsip prinsip dasar keperawatan.
    ini komponen yang mbak minta beserta literaturnya...
    KOMPONEN SISTEM MANAGEMEN KEPERAWATAN
    Manajemen keperawatan terdiri atas beberapa komponen yang saling berinteraksi. Pada umumnya suatu sistem dicirikan oleh 5 elemen, yaitu input, proses, output, control dan mekanisme umpan balik.
    Input dalam proses manajemen keperawatan antara lain berupa informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses pada umumnya merupakan kelompok manajer dan tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai keperawatan pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.
    Elemen lain dalam pendekatan sistem adalah output atau keluaran yang umumnya dilihat dan hasil atau kualitas pemberian asuhan keperawatan dan pengembangan staf, serta kegiatan penelitian untuk menindaklanjuti hasil atau keluaran. Control dalam proses manajemen keperawatan dapat dilakukan melalui penyusunan anggaran yang proporsional, evaluasi penampilan kerja perawat, pembuatan prosedur yang sesuai standar dan akreditasi. Selain itu, mekanisme umpan balik diperlukan untuk menyelaraskan hasil dan perbaikan kegiatan yang akan datang. Mekanisme umpan balik dapat dilakukan melalui laporan keuangan, audit keperawatan, dan survey kendali mutu, serta penampilan kerja perawat.
    Proses manajemen keperawatan dalam aplikasi di lapangan berada sejajar dengan proses keperawatan sehingga keberadaan manajemen keperawatan dimaksudkan untuk mempermudah pelaksanaan proses keperawatan. Proses manajemen, sebagaimana juga proses keperawatan, terdiri atas kegiatan pengumpulan data, identifikasi masalah, pembuatan rencana, pelaksanaan kegiatan, dan kegiatan penilaian hasil. ( Gillies, 1985 )
    KERANGKA KONSEP MANAJEMEN KEPERAWATAN
    Kerangka konsep managemen keperawatan adalah managemen partisipatif yang berlandaskan pada paradigma keperawatan yang terdiri atas manusia, perawat/keperawatan, kesehatan dan lingkungan.
    Manusia, dalam managemen partisipatif adalah individu, keluarga/masyarakat yang diberikan pelayanan keperawatan melelui pelaksanaan tugas keperawatan yang terorgaisasi, terarah, terkoordinasi dan terintregasi dalam rentang kendali yang ditetapkan.
    Perawat/keperawatan adalah tenaga keperawatan baik tingkat managerial puncak, menengah, maupun bawah dan para pelaksana keperawatan yang berada dalam rentang komunikasi untuk bekerja sama memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar praktik keperawatan.
    Aspek kesehatan merupakan kisaran hasil keperawatan yang berorientasi pada beberapa dimensi pelayanan terhadap individu, keluarga dan masyarakat melalui upaya mencegah, mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan. Aspek lingkungan merupakan area kewenangan dan tanggung jawab keperawatan baik selama pasien berada dalam institusi pelayanan maupun persiapan menjelang pulang.

    kalau kurang jelas bisa tanya kembali mbak fida. terimakasih

    --> rosie lianita

    BalasHapus
  22. askum,,
    salam super tuk kalian semua,,,salam super untuk keluarga Klass C Selalu Di Hati,,,,

    kalian semua emang super-super,,,,umzzz,,,,

    baiklah,,,banyk penjelasan yg disampaikan diatas tentang prinsip2 manajemen keperawatan dan begini,,untuk prinsip Pengendalian merupakan elemen menegemen keperawatan. Pengendalian dalam menegemen dilakukan untuk mengarahkan kegiatan menegemen susuai dengan dengan yang direncanakan. Selain itu , pengendalian dilaksanakan pada kegiatan yang dilakukan tidak banyak terjadi kesalahan yang berakibat negative terhadap klien dan pihak yang terkait dengan manageman.

    dari penjelasan itu saya bingung,,,jika kita telah melakukan hal-hal yg positif dan baik untuk klien menurut kita,,tapi disisi lain pasti ada salah satu klien yg menganggap itu kurang baik dan perlu diperbaiki,,terus hal-hal apasaja yang harus dilakukan terhadap klien yang beranggapan seperti itu???,,terimakasih

    salam super untuk keluarga Klass C Selalu Di Hati,,,
    Sadida Aprisono (SK.109.164)

    BalasHapus
  23. ass...
    y baik, saya mencoba menjelaskan pertanyaan dari mas dida,
    banyak hal yang masih perlu kita pelajari, dan bukan itu saja, kita juga perlu memahami apa yang kita lakukan,
    keperawatan itu holistik, kesuksesan perawat bukan dilihat dari posisi pekerjaan yang didapat. tetapi bagaimana seorang perawat tersebut bisa menempatkan dirinya pada posisi yang tept. jika kita menghadapi klien seperti itu dalam managemen, itu bisa kita jadikan koreksi buat seorang perawat. setelah kita melakukan koreksi hal yang dikeluhkan klien tentang palayanan, mungkin dapat kita tanggulangi. saya harap anda belum puas dengan jawaban saya, dan ini kami anggap sebagai PR buat kami.

    by : nunug anagh neckad (109.126)

    BalasHapus
  24. selamat pagi menjelang siang saya ucapkan dengan senyuma manis dan perut lapar.................



    jika dalam sebuah menkep ada kegagalan langkah awal apa yang kelompok anda ambil untuk memperbaikinya?


    nurul hidayati sk.109.143

    BalasHapus
  25. asslm........
    maaf sebelumnya mbk rosi jawaban anda terlalu panjang x lebar x tinggi........hehehehehehe yg saya minta jawaban intinya saja dan yg mudah di pahami.......terimakasih

    from : nanda wahyu
    dari kel 4

    BalasHapus
  26. ASSALAMUALAIKUM,
    Mba,Mas yang cake2 dan manis mau tanya ea.......
    Bagaimana jika pada komponen2 Menejemen keperawatan tidak terpenuhi salah satunya dengan baik, dampak apa yang terjadi dan bagaimana mengatasinya????????????
    MATUR SUWUN.........



    By: Mulyaningsih(sk.109.116)
    From: kel.3

    BalasHapus
  27. maaf sblme mbk nanda sblume....

    ini udh bener@ di singkat
    1. Manajemen seyogyanya berlandaskan perencanan pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
    2. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif.
    3. Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan.
    4. Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, pikir, yakini dan ingini
    5. Manajemen keperawatan harus terorganisir.
    6. Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan
    7. Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan
    8. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif.
    9. Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat-perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi
    10. Pengendalian murupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat

    klo mbk nanda msh kurang jelas blh tnya lagi mbk. biar nannti saya diskusikan dengan kelompok saya tercinta, kelompok 2

    ... rosie lianita

    BalasHapus
  28. kan diatas di sebutkan bahwa struktur organisasi ad 4 yaitu unit,departemen,tingkat eksekutif,dan tingkat operasional coba jelaskan masing msing tersebut karna saya masih belum jelas......terima kasih...........waslm..

    nur khayati (109.132)

    BalasHapus
  29. dalam menkep pasti banyak hambatan-hambatannya tolong jelaskan hambatan-hambatan yang ada dlm menkep, dan bagai mana implementasi penyelesaiannya.

    "nanang SM"

    BalasHapus
  30. assalamualaikum wr.wb

    saya mau bertanya .....
    bagaimanakah menciptakan manajemen keperawatan yang baik ???????????

    terima kasih


    by : Okta Widianingrum
    SK.109.144

    BalasHapus
  31. @Ratna Yulia sari

    sebelumnya
    asalamu,alaikum wr.wb
    terimakasih atas pertanyaan yang mbak ratna berikan kepada kelompk kami yaitu kel. 2

    *yang pertama tentang lingkup manejemen

    lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
    a).Manajemen operasional
    Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
    1.Manajemen puncak
    2.Manajemen menengah
    3.Manajemen bawah
    b).Manajemen asuhan keperawatan
    Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.

    yang ke 2, dilihat dari segi mna jika suatu manejemen d katakan gagal???

    setiap orang dapat memiliki kedudukan manajemen berhasil dalam kegiatannya. jika beberapa faktor tidak dimiliki oleh orang – orang tersebut maka penatalaksanaannya tidak akan berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
    1. Tidak mempunyai kemampuan menerapkan pengetahuan
    2. Tidak mempunyai ketrampilan kepemimpinan
    3. Tidak mempunyai kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
    4. Tidak mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi manajemen.


    cukup sekian saya sampaikan, apabila ada yang masih kurang jelas dapat ditanyakan lagi dan kami siap menjelaskan.

    by: Nurul Hariani S (sk 109.141)
    kelompok 2

    BalasHapus
  32. by nur khofifah
    sk.109.133


    sy ingin tanya...pada komponen kep.ada poin pengawasan.yang dimaksud pengawasan itu pengawasan apa sja sbutkan macamnya...?

    makasih

    BalasHapus
  33. ass.......saya ingin bertanya tentang proses mankep. bagaimanakah proses menkep sehingga terjadi suatu organisasi/menkep yang baik, dan apasajakah pelaksanaan yang ada didalam proses menkep tsb. jelaskan. wslm


    "nanang SM"

    BalasHapus
  34. kepada mas nunug ijinkan sahabat karibmu menorehkan segenap kegalauan terhadap Blogmu yang luar biasa membantu kemaslahatan setiap mahasiswa!

    berkaitan dengan sejarah ! bagiamana kawan! manajemen itu bisa hadir, kemudian kapan dan siapa yang telah menghadirkannya!
    dan yang terpenting kapan manajemen ini mulai diterapkan dalam dunia keperawatan?

    trimakasih
    wasalam

    sahabat yang selalu menghormatimu : Panji Prawito Utomo (SK.109.145)

    BalasHapus
  35. www.flowerfour-anggur.blogspot.com

    jgn lp mampir di blog ini ea.....

    BalasHapus
  36. to: okta widyaningrum
    sebelumnya trimakasih atas pertanyaan yang saudara berikan kepada kelompok kami "bagaimanakah cara menciptakan manajemen keperawatan yang baik" menurut kelompok kami untuk menciptkan manajemen yang baik yaitu sesuai dengan buku karangan "russel c swanburg th 2000" dengan memegang prinsip-prinsip umun manajemen keperawatan : yang utama untuk seluruh aktivitas dan atau fungsi-fungsi dari manajemen, meskipun banyak orang dalam perawatan menggunakan perencanaan secara informal, tanggung jawab dari perencanaan tidak dituliskan, kemungkinan tidak dilaksanakan. perencanaan akan menolong pekerja pekerja mencapai kepuasan bekerja. semua orang merencanakan aktivitas mereka secara luas. aktivitas individu bisa termasuk jadwal 1 minggu dari aktivitas-aktivitas individu. jadi untuk menciptakan manajemen keperawatan yang baik dalam sruktur organisasi dalam suatu tim kesehatan harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
    mungkin ini dulu yang bisa kami sampaikan, apabila ada kekurangan akan kami diskusikan kembali dengan kelompok kami. terimakasih,,,,

    by: nura ika fahimah kelompok 2 ceria :D

    BalasHapus
  37. numpang nanya ea......
    apa yang mempengaruhi unsur - unsur perencanaan dalam menejemen keperawatan?

    thanks....
    by.rahmawati (klompok 1)

    BalasHapus